Drs.H. Taufiqurrahman, Ketua PMI Nganjuk Periode 2010 - 2015

Drs H Taufiqurrahman akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai ketua formatur sekaligus Ketua PMI Kabupaten Nganjuk masa bakti 2010 – 2015.
Taufiqurrahman yang juga Bupati Nganjuk, terpilih melalui kegiatan lima tahunan yakni Musyawarah Daerah yang dihadiri oleh seluruh komponen PMI. Antara lain Pengurus,Staf/karyawan, relawan PMI Kabupaten Nganjuk dan Pengurus PMI Kecamatan se Kabupaten Nganjuk.
Kegiatan yang digelar 25 September lalu itu pun kemudian melakukan rapat intern tim formatur yang akhirnya terbentuk susunan Pengurus PMI Kabupaten Nganjuk masa bakti 2010-2015. Dan saat ini sedang diajukan ke Pengurus Provinsi PMI Jawa Timur untuk mendapatkan Surat Keputusan Pengesahan. Selanjutnya, kepengurusan baru tersebut menurut rencana akan dilantik setelah selesai kegiatan Musyawarah Provinsi PMI Jawa Timur tahun 2010.
Sementara itu, hadir dalam acara Musda PMI Nganjuk tersebut antara lain perwakilan PMI Provinsi Jawa Timur Rustam Efendi MBA yang juga sekretaris PMI Jatim beserta staf, Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, unsur MUSPIDA dan camat se Kabupaten Nganjuk.
Musyawarah Kabupaten yang merupakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PMI tersebut dihelat dalam kurun waktu 5 (lima tahun) sekali dengan agenda pertama membahas Laporan Pertanggungjawaban Ketua PMI lama. Selain itu, menyusun Program Pokok dan RENSTRA PMI masa bhakti berikutnya sekaligus pemilhan Ketua Pengurus PMI baru.
Musyawarah Kabupaten PMI Nganjuk yang digelar di ruang Rapat Anjuk Ladang Pemkab Nganjuk dibuka oleh Bupati Nganjuk Drs H Taufiqurrahman selaku Pelindung PMI Kabupaten Nganjuk. Dalam sambutannya, Bupati mengharapkan agar PMI mempertajam skala prioritas di dalam melaksanakan penanggulangan bencana dan meningkatkan kerjasama dengan instansi terkait maupun stakeholders.
Lebih lanjut Bupati menghimbau kepada seluruh jajaran PMI Kabupaten Nganjuk beserta segenap Kecamatan untuk memantapkan program unggulan PMI yaitu Peningkatan Donor Darah Sukarela, Kebersihan dan kesehatan lingkungan hidup, Pertolongan Pertama serta Program Kecamatan untuk rakyat yang sudah diawali tahun ini.
Sementara itu ketua PMI Kabupaten Nganjuk masa bakti 2005-2010 Drs H Abdul Ghafur,M.Si, dalam sambutannya menyatakan bahwa PMI mulai tahun 2005-2010 sedikit demi sedikit sudah melakukan perbaikan dan peningkatan. Hal tersebut bisa dilihat dari perkembangan dan kegiatan PMI juga kepercayaan masyarakat yang mulai meningkat kepada PMI.
Pensiunan kepala Dinas Pariwisata yang menjabat ketua PMI Kabupaten Nganjuk dua masa bakti berturut turut tersebut mengharapkan kepada Ketua PMI Kabupaten Nganjuk terpilih nanti dapat mempertahankan apa yang sudah diraiah selama ini. ‘’Harus ada kemajuan dalam tubuh PMI apapun bentuknya. Dan bila perlu ditingkatkan lagi. Mengingat pekerjaan PMI dimasa mendatang semakin berat seiring dengan tuntutan perkembangan zaman dan adanya “Global Warming” (Pemanasan Global),’’ ujar Abdul Ghafur.

ADA DARAH DI KPK

Kali ini para personil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak hanya mengurus kasus-kasus korupsi. Sejak Rabu pagi tadi (12/1/2011), mereka sibuk bergiliran mendonorkan darah secara sukarela di kantornya, di Jl. Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan. Diketahui, aksi donor darah ini merupakan kegiatan rutin KPK yang kerap dilaksanakan sejak Desember 2007.

“Aksi donor darah sukarela kali ini adalah yang ke-13 kali yang telah dilaksanakan atas kerjasama KPK dan PMI. Aksi ini melibatkan seluruh karyawan KPK untuk menyumbangkan darahnya. Semoga darah yang diberikan oleh pegawai KPK hari ini bebas dari korupsi,” tutur Ketua Umum KPK, Busyro Muqoddas dalam pidato sambutannya seraya bergurau saat aksi donor darah KPK di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu pagi (12/1/2011). 

Menyambut antusiasme para pedonor darah sukarela pagi itu, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla juga menyampaikan pentingnya berdonor darah bagi kesehatan dan hidup manusia.

“Manusia itu diciptakan dengan berbagai kelebihan. Dalam tubuhnya, terus menerus melakukan produksi darah. Darah jika didonorkan bisa membantu orang lain dan bagi mereka yang menerima bisa membantu mereka pulih kembali. Donor darah itu seperti arisan, hari ini kita menyumbang darah bagi orang lain yang membutuhkan, namun lain waktu mungkin malah kita sendiri atau bahkan keluarga kita yang membutuhkan,” himbaunya.

Terkait kebutuhan darah nasional, PMI berupaya untuk meningkatkan jumlah persediaan darah sebanyak 2 persen dari jumlah penduduk Indonesia, yaitu sekitar  4,5 Juta kantong darah per tahunnya. Tercatat, hingga kini PMI baru bisa mencukupi kebutuhan darah sebanyak 3 Juta kantong per tahun. Upaya ini masih butuh keterlibatan dan kepedulian masyarakat luas untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup mereka.

Jusuf Kalla juga mengucapkan terima kasih kepada karyawan KPK yang telah melakukan aksi pedulinya dengan mendonorkan darah sukarela secara rutin. “Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, turut hadir jajaran Pengurus Pusat PMI Bidang Kesehatan dan Donor Darah, dr. Farid Husein dan dr. Linda Lukitari Waseso.*

(Dok. Foto Oleh Anggun Permana, Staf Biro Humas Markas Pusat PMI)

Untuk informasi  lebih lanjut dapat menghubungi : Linda Lukitari Waseso, Pengurus Pusat PMI Bidang Kampanye Donor Darah, Tel. 021-7992325 Ext. 502.

PMR ADALAH RELAWAN MASA DEPAN

Pembinaan PMR Pembinaan Palang Merah remaja Palang Merah Remaja (PMR) adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMI, yang selanjutnya disebut anggota PMR. Terdapat di PMI Cabang seluruh Indonesia dengan anggota lebih dari 1 juta orang. Anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.

PMI mengeluarkan kebijakan pembinaan PMR: (1) Remaja merupakan prioritas pembinaan, baik dalam keanggotaan maupun kegiatan kepalangmerahan.  (2) Remaja berperan penting dalam pengembangan kegiatan kepalangmerahan. (3) Remaja berperan penting dalam perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan proses pengambilan keputusan untuk kegiatan PMI. (4).  Remaja adalah kader relawan.  (5).  Remaja calon pemimpin PMI masa depan.

Tujuan pembinaan dan pengembangan PMI masa depan: (1)  Penguatan kualitas remaja dan pembentukan karakter. (2) Anggota PMR sebagai contoh dalam berperilaku hidup sehat bagi teman sebaya. (3). Anggota PMR dapat memberikan motivasi bagi teman sebaya untuk berperilaku hidup sehat.  (4) Anggota PMR sebagai pendidik remaja sebaya.  (5) Anggota PMR adalah calon relawan masa depan.

Perekrutan anggota PMR berdasarkan target usia: (1) 10 - 12 tahun (PMR Mula), (2)  12 - 15 tahun (PMR Madya), (3) 15 - 17 tahun (PMR Wira)

Pelatihan PMI diarahkan pada peran PMR sebagai peer educator, peer leadership, peer support dan peer educator, dengan menekankan pada perilaku hidup sehat dan pengurangan risiko sesuai prinsip-prinsip dasar Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Agar proses belajar dan kegiatan menjadi aktivitas kehidupan nyata yang dihayati dengan penuh kegembiraan membantu anggota PMR menikmati kegiatan dan membangun imajinasi tentang apa dan bagaimana seharusnya menjadi anggota PMR.