- Konsep, strategi, dan pendekatan Sekolah Siaga Bencana telah diperkenalkan dan diintegrasikan dalam Program Pengurangan Risiko Terpadu Berbasis Masyarakat () di 13 provinsi.
- Peran PMR sebagai (model), (dukungan) dan (pendidik sebaya) untuk pengurangan risiko, serta memfasilitasi kegiatan-kegiatan pengurangan risiko pada anak dan remaja.
- Anak dan remaja telah dilibatkan dalam proses pengkajian, pengambilan keputusan, perencanaan, pelaksanaan kegiatan pengurangan risiko.
- Mendukung sosialisasi strategi pendidikan remaja sebaya dalam kesiapsiagaan bencana dan pengurangan risiko, PMI telah memproduksi manual Ayo Siaga Bencana bagi PMR, panduan fasilitator Ayo Siaga Bencana serta media KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi).
- Di tingkat nasional, PMI telah memainkan peranan penting dalam Dewan Pengarah KPB serta aktif melakukan advokasi. Di tingkat kabupaten, PMI juga aktif melakukan advokasi dalam mengintegrasikan kesiapsiagaan bencana dan pengurangan risiko ini ke dalam kurikulum sekolah.
AYO SIAGA BENCANA
PMI dalam merespon Bencana
- Upaya tanggap darurat lapis pertama dilakukan di tingkat PMI Cabang, yang dapat membangun Posko Tanggap Darurat Bencana PMI Cabang atau Posko PMI Cabang dengan mendayagunakan unsur-unsur pengurus, staf, dan satgana/relawan. Untuk operasional tanggap darurat bencana berbasis masyarakat, khususnya di desa/kelurahan rawan bencana, PMI Cabang/PMI Ranting memobilisasi anggota TSR/PMI di tingkat desa/kelurahan serta anggota masyarakat terlatih binaan PMI dalam wadah Tim SIBAT (Siaga Bantuan Berbasis Masyarakat).
- Jika skala bencana melampaui kapasitas PMI Cabang setempat, PMI Daerah dapat diminta bantuan untuk mengkoordinir bantuan baik dari PMI Cabang lain di wilayahnya maupun pihak terkait lainnya. Bantuan ini merupakan upaya tanggap darurat lapis kedua. PMI Daerah dapat mendirikan Posko Tanggap Darurat Bencana PMI Daerah atau Posko PMI Daerah dengan mendayagunakan unsur-unsur seperti yang disebutkan pada poin sebelumnya.
- Jika skala bencana melampaui kapasitas PMI Daerah setempat, PMI Pusat dapat diminta bantuan untuk mengkoordinir bantuan dari PMI Daerah lain maupun pihak terkait lainnya. Bantuan ini menjadi upaya tanggap darurat lapis ketiga. PMI Pusat dapat membentuk Posko Tanggap Darurat Bencana PMI Pusat atau Posko PMI Pusat.
- Jika skala bencana masih melampaui kapasitas PMI Pusat, sumber daya Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional dapat diminta bantuan ataupun pihak terkait lainnya di tingkat nasional maupun internasional. PMI sebagai organisasi sosial kemanusiaan diharapkan mampu memberikan pertolongan dengan cepat dan tepat demi mengurangi beban yang diderita korban bencana. (DM)
SEJARAH PMI
Berdirinya Palang Merah di Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak masa sebelum Perang Dunia Ke-II. Saat itu, tepatnya pada tanggal 21 Oktober 1873 Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlands Rode Kruis Afdeling Indie (Nerkai), yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang.
Perjuangan untuk mendirikan Palang Merah Indonesia sendiri diawali sekitar tahun 1932. Kegiatan tersebut dipelopori oleh Dr. RCL Senduk dan Dr Bahder Djohan. Rencana tersebut mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar Indonesia. Mereka berusaha keras membawa rancangan tersebut ke dalam sidang Konferensi Nerkai pada tahun 1940 walaupun akhirnya ditolak mentah-mentah. Terpaksa rancangan itu disimpan untuk menunggu kesempatan yang tepat. Seperti tak kenal menyerah, saat pendudukan Jepang, mereka kembali mencoba untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional, namun sekali lagi upaya itu mendapat halangan dari Pemerintah Tentara Jepang sehingga untuk kedua kalinya rancangan itu harus kembali disimpan.
Tujuh belas hari setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, yaitu pada tanggal 3 September 1945, Presiden Soekarno mengeluarkan perintah untuk membentuk suatu badan Palang Merah Nasional. Atas perintah Presiden, maka Dr. Buntaran yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kesehatan Republik Indonesia Kabinet I, pada tanggal 5 September 1945 membentuk Panitia 5 yang terdiri dari: dr R. Mochtar (Ketua), dr. Bahder Djohan (Penulis), dan dr Djuhana; dr Marzuki; dr. Sitanala (anggota).
Akhirnya Perhimpunan Palang Merah Indonesia berhasil dibentuk pada 17 September 1945 dan merintis kegiatannya melalui bantuan korban perang revolusi kemerdekaan Republik Indonesia dan pengembalian tawanan perang sekutu maupun Jepang. Oleh karena kinerja tersebut, PMI mendapat pengakuan secara Internasional pada tahun 1950 dengan menjadi anggota Palang Merah Internasional dan disahkan keberadaannya secara nasional melalui Keppres No.25 tahun 1959 dan kemudian diperkuat dengan Keppres No.246 tahun 1963.
Kini jaringan kerja PMI tersebar di 30 Daerah Propinsi / Tk.I dan 323 cabang di daerah Tk.II serta dukungan operasional 165 unit Transfusi Darah di seluruh Indonesia.
PERAN DAN TUGAS PMI
Peran PMI adalah membantu pemerintah di bidang sosial kemanusiaan, terutama tugas kepalangmerahan sebagaimana dipersyaratkan dalam ketentuan Konvensi-Konvensi Jenewa 1949 yang telah diratifikasi oleh pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1958 melalui UU No 59.
Tugas Pokok PMI:
+ Kesiapsiagaan bantuan dan penanggulangan bencana
+ Pelatihan pertolongan pertama untuk sukarelawan
+ Pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat
+ Pelayanan transfusi darah ( sesuai dengan Peraturan Pemerintah no 18 tahun 1980)
Dalam melaksanakan tugasnya PMI berlandaskan pada 7 (tujuh) prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, yaitu Kemanusiaan, Kesukarelaan, Kenetralan, Kesamaan, Kemandirian, Kesatuan dan Kesemestaan.
Drs.H. Taufiqurrahman, Ketua PMI Nganjuk Periode 2010 - 2015
Drs H Taufiqurrahman akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai ketua formatur sekaligus Ketua PMI Kabupaten Nganjuk masa bakti 2010 – 2015.
Taufiqurrahman yang juga Bupati Nganjuk, terpilih melalui kegiatan lima tahunan yakni Musyawarah Daerah yang dihadiri oleh seluruh komponen PMI. Antara lain Pengurus,Staf/karyawan, relawan PMI Kabupaten Nganjuk dan Pengurus PMI Kecamatan se Kabupaten Nganjuk.
Kegiatan yang digelar 25 September lalu itu pun kemudian melakukan rapat intern tim formatur yang akhirnya terbentuk susunan Pengurus PMI Kabupaten Nganjuk masa bakti 2010-2015. Dan saat ini sedang diajukan ke Pengurus Provinsi PMI Jawa Timur untuk mendapatkan Surat Keputusan Pengesahan. Selanjutnya, kepengurusan baru tersebut menurut rencana akan dilantik setelah selesai kegiatan Musyawarah Provinsi PMI Jawa Timur tahun 2010.
Sementara itu, hadir dalam acara Musda PMI Nganjuk tersebut antara lain perwakilan PMI Provinsi Jawa Timur Rustam Efendi MBA yang juga sekretaris PMI Jatim beserta staf, Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, unsur MUSPIDA dan camat se Kabupaten Nganjuk.
Musyawarah Kabupaten yang merupakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PMI tersebut dihelat dalam kurun waktu 5 (lima tahun) sekali dengan agenda pertama membahas Laporan Pertanggungjawaban Ketua PMI lama. Selain itu, menyusun Program Pokok dan RENSTRA PMI masa bhakti berikutnya sekaligus pemilhan Ketua Pengurus PMI baru.
Musyawarah Kabupaten PMI Nganjuk yang digelar di ruang Rapat Anjuk Ladang Pemkab Nganjuk dibuka oleh Bupati Nganjuk Drs H Taufiqurrahman selaku Pelindung PMI Kabupaten Nganjuk. Dalam sambutannya, Bupati mengharapkan agar PMI mempertajam skala prioritas di dalam melaksanakan penanggulangan bencana dan meningkatkan kerjasama dengan instansi terkait maupun stakeholders.
Lebih lanjut Bupati menghimbau kepada seluruh jajaran PMI Kabupaten Nganjuk beserta segenap Kecamatan untuk memantapkan program unggulan PMI yaitu Peningkatan Donor Darah Sukarela, Kebersihan dan kesehatan lingkungan hidup, Pertolongan Pertama serta Program Kecamatan untuk rakyat yang sudah diawali tahun ini.
Sementara itu ketua PMI Kabupaten Nganjuk masa bakti 2005-2010 Drs H Abdul Ghafur,M.Si, dalam sambutannya menyatakan bahwa PMI mulai tahun 2005-2010 sedikit demi sedikit sudah melakukan perbaikan dan peningkatan. Hal tersebut bisa dilihat dari perkembangan dan kegiatan PMI juga kepercayaan masyarakat yang mulai meningkat kepada PMI.
Pensiunan kepala Dinas Pariwisata yang menjabat ketua PMI Kabupaten Nganjuk dua masa bakti berturut turut tersebut mengharapkan kepada Ketua PMI Kabupaten Nganjuk terpilih nanti dapat mempertahankan apa yang sudah diraiah selama ini. ‘’Harus ada kemajuan dalam tubuh PMI apapun bentuknya. Dan bila perlu ditingkatkan lagi. Mengingat pekerjaan PMI dimasa mendatang semakin berat seiring dengan tuntutan perkembangan zaman dan adanya “Global Warming” (Pemanasan Global),’’ ujar Abdul Ghafur.
ADA DARAH DI KPK
Kali ini para personil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak hanya mengurus kasus-kasus korupsi. Sejak Rabu pagi tadi (12/1/2011), mereka sibuk bergiliran mendonorkan darah secara sukarela di kantornya, di Jl. Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan. Diketahui, aksi donor darah ini merupakan kegiatan rutin KPK yang kerap dilaksanakan sejak Desember 2007.
“Aksi donor darah sukarela kali ini adalah yang ke-13 kali yang telah dilaksanakan atas kerjasama KPK dan PMI. Aksi ini melibatkan seluruh karyawan KPK untuk menyumbangkan darahnya. Semoga darah yang diberikan oleh pegawai KPK hari ini bebas dari korupsi,” tutur Ketua Umum KPK, Busyro Muqoddas dalam pidato sambutannya seraya bergurau saat aksi donor darah KPK di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu pagi (12/1/2011).
Menyambut antusiasme para pedonor darah sukarela pagi itu, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla juga menyampaikan pentingnya berdonor darah bagi kesehatan dan hidup manusia.
“Manusia itu diciptakan dengan berbagai kelebihan. Dalam tubuhnya, terus menerus melakukan produksi darah. Darah jika didonorkan bisa membantu orang lain dan bagi mereka yang menerima bisa membantu mereka pulih kembali. Donor darah itu seperti arisan, hari ini kita menyumbang darah bagi orang lain yang membutuhkan, namun lain waktu mungkin malah kita sendiri atau bahkan keluarga kita yang membutuhkan,” himbaunya.
Terkait kebutuhan darah nasional, PMI berupaya untuk meningkatkan jumlah persediaan darah sebanyak 2 persen dari jumlah penduduk Indonesia, yaitu sekitar 4,5 Juta kantong darah per tahunnya. Tercatat, hingga kini PMI baru bisa mencukupi kebutuhan darah sebanyak 3 Juta kantong per tahun. Upaya ini masih butuh keterlibatan dan kepedulian masyarakat luas untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup mereka.
Jusuf Kalla juga mengucapkan terima kasih kepada karyawan KPK yang telah melakukan aksi pedulinya dengan mendonorkan darah sukarela secara rutin. “Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut,” ucapnya.
Dalam kesempatan ini, turut hadir jajaran Pengurus Pusat PMI Bidang Kesehatan dan Donor Darah, dr. Farid Husein dan dr. Linda Lukitari Waseso.*
(Dok. Foto Oleh Anggun Permana, Staf Biro Humas Markas Pusat PMI)
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi : Linda Lukitari Waseso, Pengurus Pusat PMI Bidang Kampanye Donor Darah, Tel. 021-7992325 Ext. 502.
“Aksi donor darah sukarela kali ini adalah yang ke-13 kali yang telah dilaksanakan atas kerjasama KPK dan PMI. Aksi ini melibatkan seluruh karyawan KPK untuk menyumbangkan darahnya. Semoga darah yang diberikan oleh pegawai KPK hari ini bebas dari korupsi,” tutur Ketua Umum KPK, Busyro Muqoddas dalam pidato sambutannya seraya bergurau saat aksi donor darah KPK di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu pagi (12/1/2011).
Menyambut antusiasme para pedonor darah sukarela pagi itu, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla juga menyampaikan pentingnya berdonor darah bagi kesehatan dan hidup manusia.
“Manusia itu diciptakan dengan berbagai kelebihan. Dalam tubuhnya, terus menerus melakukan produksi darah. Darah jika didonorkan bisa membantu orang lain dan bagi mereka yang menerima bisa membantu mereka pulih kembali. Donor darah itu seperti arisan, hari ini kita menyumbang darah bagi orang lain yang membutuhkan, namun lain waktu mungkin malah kita sendiri atau bahkan keluarga kita yang membutuhkan,” himbaunya.
Terkait kebutuhan darah nasional, PMI berupaya untuk meningkatkan jumlah persediaan darah sebanyak 2 persen dari jumlah penduduk Indonesia, yaitu sekitar 4,5 Juta kantong darah per tahunnya. Tercatat, hingga kini PMI baru bisa mencukupi kebutuhan darah sebanyak 3 Juta kantong per tahun. Upaya ini masih butuh keterlibatan dan kepedulian masyarakat luas untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup mereka.
Jusuf Kalla juga mengucapkan terima kasih kepada karyawan KPK yang telah melakukan aksi pedulinya dengan mendonorkan darah sukarela secara rutin. “Semoga kegiatan ini dapat terus berlanjut,” ucapnya.
Dalam kesempatan ini, turut hadir jajaran Pengurus Pusat PMI Bidang Kesehatan dan Donor Darah, dr. Farid Husein dan dr. Linda Lukitari Waseso.*
(Dok. Foto Oleh Anggun Permana, Staf Biro Humas Markas Pusat PMI)
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi : Linda Lukitari Waseso, Pengurus Pusat PMI Bidang Kampanye Donor Darah, Tel. 021-7992325 Ext. 502.
PMR ADALAH RELAWAN MASA DEPAN
Pembinaan PMR Pembinaan Palang Merah remaja Palang Merah Remaja (PMR) adalah wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMI, yang selanjutnya disebut anggota PMR. Terdapat di PMI Cabang seluruh Indonesia dengan anggota lebih dari 1 juta orang. Anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dibidang kesehatan dan siaga bencana, mempromosikan Prinsip-Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.
PMI mengeluarkan kebijakan pembinaan PMR: (1) Remaja merupakan prioritas pembinaan, baik dalam keanggotaan maupun kegiatan kepalangmerahan. (2) Remaja berperan penting dalam pengembangan kegiatan kepalangmerahan. (3) Remaja berperan penting dalam perencanaan, pelaksanaan kegiatan dan proses pengambilan keputusan untuk kegiatan PMI. (4). Remaja adalah kader relawan. (5). Remaja calon pemimpin PMI masa depan.
Tujuan pembinaan dan pengembangan PMI masa depan: (1) Penguatan kualitas remaja dan pembentukan karakter. (2) Anggota PMR sebagai contoh dalam berperilaku hidup sehat bagi teman sebaya. (3). Anggota PMR dapat memberikan motivasi bagi teman sebaya untuk berperilaku hidup sehat. (4) Anggota PMR sebagai pendidik remaja sebaya. (5) Anggota PMR adalah calon relawan masa depan.
Perekrutan anggota PMR berdasarkan target usia: (1) 10 - 12 tahun (PMR Mula), (2) 12 - 15 tahun (PMR Madya), (3) 15 - 17 tahun (PMR Wira)
SIAPAKAH YANG AKAN MENJADI PIMPINAN KITA??? Bag 2
SALAM PMR!!!!
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Kita ketemu lagi!!! ^_^ semoga para pembaca selalu sehat dan mendapatkan limpahan rahmat dan taufiq serta hidayah dari Tuhan YME sehingga kita bisa berjumpa lagi di blog ini. Meskipun gak ketemu langsung. Kalo mau ketemu kapan-kapan saja. He....!!!
Baiklah, rekan-rekan yang berbahagia. Dari judul posting ini pasti bisa ditebak apa. Hayo apa coba??????????? Yup, kita akan melanjutkan posting dari kami yang belum terselesaikan. Atau bisa dibilang belum dimulai. ^_^.
Ok, langsung saja kita mulai. Mari kita sedikit kembali ke masa lalu untuk kembali pada tanggal 17 September 1945. Tahukah apa yang terjadi pada tanggal itu? Dengan apa dengan tanggal itu? Kita sebagai anggota PMI pastinya tahu. Iya, itu adalah hari dimana diakuinya Palang Merah Indonesia sebagai satu-satunya organisasi kemanusiaan di Negara kita. Pasti rekan-rekan ada yang bertanya "Terus apa hubungannya dengan judul posting ini??"
Baiklah kami akan memberitahukan bahwa dalam bulan ini kami PMR Wira di SMAN 1 Prambon akan mengadakan kegiatan penting yang akan menjadi awal dari semua kegiatan yang akan dilaksakan pada satu tahun ke depan. Dalam bulan ini kami akan mengadakan pemilihan calon ketua PMR tahun 2010/2011 yang diharapkan bisa membawa PMR di SMAN 1 Prambon bisa lebih maju dan berkualitas.
Dalam hal ini kami berharap kepada rekan-rekan untuk memberikan saran kira-kira seseorang seperti apa yang pantas menjadi pimpinan di SMAN 1 Prambon sehingga bisa menjadikan tidak hanya PMR saja tapi juga semua masyarakat bisa mendapatkan dampak yang positif sehingga PMR bisa memasyarakat dan dikenal lebih luas dan menghilangkan beberapa anggapan negatif dari mereka yang belum mengerti apakah PMR itu.
Dalam beberapa hari kedepan akan kami cantumkan nama-nama 3 kandidat yang nantinya melaju di pemilihan Calon Ketua PMR yang awalnya telah dilakukan penyeleksian dari 7 kandidat pendaftar.
Proses pemilihan sudah dimulai dari minggu kemarin dan jika tidak ada halangan maka pemilihan akan dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 12 Oktober 2010. Dan bagi para Alumni PMR SMAN 1 Prambon serta Anggota PMR kelas XII diharapkan masukan demi memajukan PMR di Sekolah kita. Dan tak lupa juga kami harapkan do'a dari para rekan-rekan pembaca mudah-mudahan acara tersebut bisa lancar dan dapat terpilih Ketua yang benar-benar Mampu membawa ke dalam Perubahan yang lebih baik.
Dalam hal ini kami berharap kepada rekan-rekan untuk memberikan saran kira-kira seseorang seperti apa yang pantas menjadi pimpinan di SMAN 1 Prambon sehingga bisa menjadikan tidak hanya PMR saja tapi juga semua masyarakat bisa mendapatkan dampak yang positif sehingga PMR bisa memasyarakat dan dikenal lebih luas dan menghilangkan beberapa anggapan negatif dari mereka yang belum mengerti apakah PMR itu.
Dalam beberapa hari kedepan akan kami cantumkan nama-nama 3 kandidat yang nantinya melaju di pemilihan Calon Ketua PMR yang awalnya telah dilakukan penyeleksian dari 7 kandidat pendaftar.
Proses pemilihan sudah dimulai dari minggu kemarin dan jika tidak ada halangan maka pemilihan akan dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 12 Oktober 2010. Dan bagi para Alumni PMR SMAN 1 Prambon serta Anggota PMR kelas XII diharapkan masukan demi memajukan PMR di Sekolah kita. Dan tak lupa juga kami harapkan do'a dari para rekan-rekan pembaca mudah-mudahan acara tersebut bisa lancar dan dapat terpilih Ketua yang benar-benar Mampu membawa ke dalam Perubahan yang lebih baik.
Sekian dulu dari kami, apabila ada kurang lebihnya kami minta maaf yang sebesar-besarnya.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Salam PMR!!!!!
SIAPAKAH YANG AKAN MENJADI PIMPINAN KITA??? Bag 1
SALAM PMR!!!!
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Selamat berjumpa lagi di Blog kami. Sebelumnya kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para pembaca yang sudah berkenan memberikan komentar. Semoga saran dan kritik dari pembaca bisa menjadikan kami lebih baik lagi dari waktu ke waktu dan sesuai dengan harapan yang diharapkan bersama. Selain mengucapkan terima kasih kami juga meminta maaf kepada para pembaca apabila komentar, kritik dan saran yang para pembaca tulis ada yang tidak kami tampilkan. Semoga permintaan maaf kami bisa diterima dan tidak meninggalkan kesan tidak baik terhadap pembaca.
Para rekan-rekan sekalian. Sebelum anda membaca posting ini pasti anda sudah membaca judul dari posting ini. "SIAPAKAH YANG AKAN MENJADI PIMPINAN KITA???". Kira-kira apa ya maksud dari judul itu? Silahkan rekan-rekan beri komentar kira-kira apa yang nantinya kita tulis di blog ini? ^_^
Siapa yang tepat dapat hadiah lo!!!!
MAJU ATAU TIDAK SAMA SEKALI
Salam PMR!
Selamat Datang bagi para pembaca yang telah berkenan mampir di blog kami. Semoga ada manfaatnya bagi kita semua.
Pertama, kami ucapkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang mana telah memberikan rahmad, nikmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga kami masih bisa berkarya melalui blog ini. Mudah mudahan semua itu tidak hanya sampai di sini saja melainkan akan selalu bertambah dari waktu ke waktu. Amin.
Para pembaca yang budiman. kami di sini akan sedikit bercerita tentang sebuah kejadian yang terjadi sekarang. Mudah-mudahan apa yang akan kami tuangkan ini bisa menjadi sebuah saran yang membangun dan menjadikan kami untuk selalu bersemangat dalam berusaha.
Pada suatu hari terdapat sebuah kelompok PMR yang sedang berlatih untuk persiapan JUMBARA yang akan dilaksanakan kurang lebih 2 minggu lagi. Mereka berlatih dengan antusias mengingat ini merupakan even yang hanya akan terjadi selama 2 tahun sekali dan belum tentu mereka akan mengikutinya nanti sebagai peserta. Setiap hari mereka berlatih di sekolah. Mengingat sekolah mereka merupakan sekolah yang mewah (mepet sawah) ^_^ dan dalam hal fasilitas dan perlengkapan masih kurang memadahi tidak menjadikan hal tersebut sebagai halangan yang meredam semangat mereka untuk berprestasi.
Selama 1 minggu mereka berlatih dengan penuh kekompakan dan penuh semangat. Namun dalam 1 minggu sebelum JUMBARA terjadi perubahan pada mereka. Satu per satu mereka berkurang. Banyak hal yang menjadi alasan, mulai dari malas, tidak diijinkan orang tua, ada juga yang dilarang guru untuk ikut. Jika berdasarkan alasan-alasan tadi dimanakah menurut pembaca yang paling tidak rasional?
Silahkan anda posting komentar anda dilengkapi dengan alasan anda. Sekian persembahan dari kami. mudah-mudahan para pembaca bisa membatu kami untuk menyelesaikan cerita kami ini.
SEKILAS TENTANG AIR TERJUN NGLEYANGAN
Ngleyangan, itulah tempat yang sering kami kunjungi. Tiap tahun kami pasti mengadakan perkemahan di sana. Di sana terdapat sebuah air terjun yang indah yang selalu memberikan warna keindahan yang alami setiap kami berada di sana.
Langganan:
Postingan (Atom)






